26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jalan Tol Balikpapan Diusulkan Sampai ke Maloy


Jalan Tol Balikpapan Diusulkan Sampai ke Maloy
Gubernur Awang Faroek Ishak saat bertemu Kepala BPJT Herry TZ di Jakarta. Proyek strategis nasional di Kaltim harus terus dikawal agar berjalan sesuai rencana. (dok/humasprovkaltim)

KLIKSANGATTA.COM - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek kembali melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian di Jakarta untuk mengawal kelanjutan proses pembangunan sejumlah proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang akan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dab Kota Balikpapan.  

Terkait rencana pembangunan jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan itu, Gubernur Awang Faroek menyampaikan permasalahan lahan yang masih menjadi kendala di wilayah yang terkena dampak, khususnya di sisi Balikpapan. Permasalahan diantaranya terjadi di lahan dan aset PT.Pertamina.

"Saya sangat gembira karena penyelesaian aset dan lahan Pertamina akan ditangani langsung oleh Kementerian BUMN. Saya optimis tidak ada hambatan yang tidak dapat dicarikan solusinya jika kita mau membangun komunikasi yang baik.

Kuncinya adalah komunikasi dan kita sangat berharap dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat," kata Awang Faroek usai bertemu dengan Sekretaris Kementerian BUMN dan para pejabat Kementerian BUMN, Selasa, 23 Mei 2017.

Selain mendukung rencana pembangunan jembatan yang direncanakan memiliki panjang 5,4 km dan lebar 33 meter tanpa pembiayaan APBN dan APBD itu, Kementerian BUMN juga memberikan respon sangat positif dalam pembangunan sejumlah proyek strategis lainnya di Kaltim.

Mereka juga meyakinkan untuk menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah yang berkeinginan besar dapat memacu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Apalagi proyek-proyek di Kaltim termasuk proyek strategis nasional. Yakin pasti ada dukungan pemerintah pusat sesuai arahan Presiden," ujar Awang.

Jembatan Tol Teluk Balikpapan nantinya akan sangat berperan penting mendorong kemajuan ekonomi daerah wilayah selatan dengan pusat-pusat kawasan industri di Kaltim. Jalur ini akan menghubungkan PPU, Paser juga Kalimantan Selatan dengan Balikpapan.

Bahkan jembatan ini akan dibangun terhubung dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda tanpa reklamasi.

Bukan hanya berjuang untuk memuluskan rencana pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, Gubernur Awang Faroek dan rombongan juga bertemu Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, mewakili Menteri Pekerjaan Umum.

Gubernur menyebutkan BPJT menyambut baik dan mendukung pembangunan Jalan Tol Samarinda - Bontang sepanjang 94 km dengan total biaya diprediksi mencapai Rp 9,1 triliun untuk kontruksi dan estimasi pembebasan lahan Rp 1,1 triliun dengan model pembiayaan public private partnership (PPP).

"BPJT bahkan mengusulkan pembangunan jalan tol sebaiknya tersambung hingga Kawasan Ekonomi Khusus Maloy. Dinas PU akan segera menyusun perencanaannya," kata Awang.

Saat kunjungan kemarin, Gubernur Awang Faroek didampingi Kepala Dinas PU Kaltim HM Taufik Fauzi, Kepala Biro Humas Tri Murti Rahayu dan Kepala Bidang Bina Marga Joko Setiono. 

Reporter : Humas Pemprov Kaltim    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0