21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Apa Dampak Pencemaran Minyak Terhadap Lingkungan Sungai?


Apa Dampak Pencemaran Minyak Terhadap Lingkungan Sungai?
Ikan mati akibat pencemaran minyak di perairan

KLIKSANGATTA.COM - Minyak yang mencemari lingkungan termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Berdasarkan sejumlah artikel dan jurnal penelitian, pencemaran minyak di perairan sungai akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem sungai. Diantara dampak tersebut sebagai berikut:

  • Merusak estetika sungai. Tumpahan minyak yang berwarna hitam akan menutupi sungai yang terkena tumpahan minyak. Gumpalan tar yang terbentuk dari pelapukan minyak akan terdampar ke pinggiran sungai
  • Terjadinya kerusakan biologis pada makhluk yang hidup di sungai. Kerusakan biologis tersebut dapat menyebabkan kematian maupun gangguan kehidupan biota. Gangguan yang tidak menyebabkan kematian itu tetap akan membutuhkan waktu untuk pemulihan sehingga mengganggu kehidupan ekosistem sungai.
  • Senyawa beracun yang terkandung dalam tumpahan minyak akan menghambat pertumbuhan fitoplankton. Fitoplankton merupakan makanan utama bagi udang dan juga ikan-ikan kecil. Jika pertumbuhan fitoplankton terhambat, maka keberadaan populasi ikan, kerang, dan udang akan menurun. Padahal seperti yang kita tahu, hewan-hewan sungai yang telah disebutkan tadi kaya akan protein yang penting bagi manusia.
  • Tumpahan minyak akan mengganggu pertumbuhan hutan bakau/mangrove di kawasan pesisir. Keberadaan mangrove sangat penting karena dapat berperan dalam pertukaran gas karbondioksida menjadi oksigen. Jika mangrove mengalami kerusakan pertumbuhan maka kehidupan di sekitar mangrove tersebut juga akan terganggu. Hewan-hewan seperti udang, molusca, kepiting, dan hewan lain yang hidup berasosiasi bersama dengan kehidupan hutan bakau atau mangrove juga akan mati.
Reporter : C.Setya    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0