21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Distributor Sembako Kaltim Tanda Tangan Komitmen Anti Penimbunan Barang


Distributor Sembako Kaltim Tanda Tangan Komitmen Anti Penimbunan Barang
Fuad Asaadin bersama para distributor menjamin tidak ada penimbunan barang yang menyebabkan lonjakan harga. (Samsul/humasprovkaltim)

KLIKSANGATTA.COM - Demi mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok selama Ramadan dan lebaran mendatang, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim mengundang para distributor dan instansi terkait lainnya untuk membuat komitmen untuk menjaga ketersediaan barang dan mengendalikan harga.

Komitmen ini dirasa sangat penting untuk memberi jaminan kepada masyarakat bahwa stok dan harga bahan pokok akan tetap aman saat Ramadan hingga usai lebaran.

"Sengaja kami mengundang pelaku usaha distributor dan para pihak terkait, dari BUMD, BUMN hingga jajaran kepolisian daerah dalam satu rapat koordinasi untuk memastikan stok bahan pokok tersedia dan harga-harganya pun tetap terkendali. Kami ingatkan agar jangan ada penimbunan," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Fuad Asaddin usai Rapat Koordinasi Ketersediaan Bahan Pokok di UPTD P2UKM Jalan DI Panjaitan Samarinda, Selasa, 30 Mei 2017.

Selain menyampaikan paparan tentang ketersediaan bahan dan pergerakan harga di sejumlah pasar, rapat koordinasi ditutup dengan membubuhkan tanda tangan komitmen untuk menjamin ketersediaan barang dan mengendalikan harga oleh semua distributor dan para pihak terkait termasuk perwakilan dari Polda Kaltim.

Fuad menegaskan langkah ini harus dilakukan agar masyarakat benar-benar mendapat jaminan ketersediaan bahan dan tidak lebih terbebani dengan lonjakan harga di luar kewajaran.

"Komitmen ini dibuat agar distributor, sub distributor dan agen tidak melakukan hal-hal di luar kewajaran dan melanggar aturan hingga berakibat pada gejolak harga. Saat ini stok cukup untuk tiga bahkan enam bulan ke depan. Karena itu masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting, jangan sampai ada penimbunan. Kami akan tindak tegas," tandas Fuad.

Meski demikian, Fuad sanagt berharap dukungan masyarakat untuk menjaga ketersediaan dan mengendalikan harga. Selain membeli kebutuhan secara wajar, masyarakat juga diminta  membuat laporan atau pengaduan jika mengetahui ada lonjakan harga di luar kewajaran atau ada aksi penimbunan oleh distributor atau pihak-pihak tertentu.

"Tolong kami segera dilapori agar kami bisa segera bertindak jika ada hal-hal yang janggal. Tapi hingga saat ini laporan dari Polda belum ada indikasi yang demikian," imbuhnya.

Beberapa pekan terakhir ini, pihaknya terus melakukan  pemantauan. Dia berharap agar tidak ada distributor melakukan penimbunan untuk berspekulasi. Karena itu penting dilakukan pengawasan secara rutin. 

Selain itu, daerah juga harus lebih fokus untuk mengembangkan potensi yang dimiliki guna mengurangi ketergantungan dari daerah lain sehingga kemungkinan lonjakan harga bisa ditekan.

Perwakilan distributor yang membubuhkan tanda tangan komitmen juga menjamin mereka tidak akan melakukan penimbunan yang dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga di pasar.

Para distributor juga diminta segera mengajukan Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok (TDUPD Bapok). Sebab dari sekitar 20 distributor yang ada di Samarinda, baru satu distributor yang telah mengantongi  TDPUD Bapok.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut selain para distributor, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Bulog Samarinda dan perwakilan Polda Kaltim, serta para pejabat instansi teknis terkait dari kabupaten dan kota.

Reporter : Humas Pemprov Kaltim    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0