17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tembus 78,80 US Dollar, Harga Batu Bara Mulai Melesat Naik


Tembus 78,80 US Dollar, Harga Batu Bara Mulai Melesat Naik

Musim panas yang kian di depan mata menimbulkan perkiraan permintaan batu bara terutama di Amerika Serikat akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan. Efeknya terlihat pada pergerakan harga batu bara yang sedang naik dalam lima hari terakhir.

Mengutip Bloomberg, harga batu bara kontrak pengiriman Agustus 2017 di ICE Futures Exchange terbang 1,61% ke level US$ 78,80 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini pun sudah melesat 8,16% dalam sepekan terakhir.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures menuturkan ada sentimen dari langkah Donald Trump, Presiden AS saat menarik AS dari perjanjian Paris yang memerangi global warming dengan menggalakkan penggunaan energi ramah lingkungan. Ini dilihat pasar sebagai langkah nyata yang ingin dilakukan Trump untuk menyokong kembali pasar AS.

Hanya saja memang di satu sisi langkah ini justru memberikan angin segar bagi harga gas alam. Dengan mulai menanjaknya harga batu bara, gas alam menjadi pilihan pasar karena terhitung lebih murah. “Namun mengingat permintaan musiman yang tinggi selama musim panas, maka permintaan masih terhitung tinggi untuk batu bara,” tutur Wahyu.

Faktor itu yang kemudian membuat harga terus menanjak. “Meski kenaikannya tetap dibayangi koreksi mengingat harga minyak mentah yang sedang turun signifikan bisa memberikan imbas pada harga komoditas energi lainnya termasuk batu bara” papar Wahyu.

Beban juga masih besar setelah laporan Energy Information Administration (EIA) terbaru sepanjang tahun 2016 lalu penggunaan batu bara AS untuk pembangkit listrik turun ke level terendahnya sejak 1984 menjadi hanya 677 juta ton.

Tidak berhenti di situ, dilaporkan impor batu bara China Mei 2017 turun menjadi 22,19 juta ton atau lebih rendah dari bulan April 2017 yang mencapai 24,78 juta ton.

“Saat ini support kuat harga batu bara di US$ 75 per metrik ton setidaknya hingga tengah tahun, kalau bisa terus bergerak di atas itu maka kenaikan bisa terus berlanjut,” ujar Wahyu. 

Sumber: Kontanonline

Reporter :     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0