17 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Turut Berduka, Ibu Korban Tabrakan Beruntun Dikuburkan Bersama Calon Bayinya


Turut Berduka, Ibu Korban Tabrakan Beruntun Dikuburkan Bersama Calon Bayinya
Para pelayat mengantar Ibu dan janinnya berusia 7 bulan yang menjadi korban kecelakaan beruntun di Pemakaman Muslim, Kilometer 4, Desa Suka Rahmat, Kutai Timur, Jumat (11/8/2017) pagi. (ICHWAL SETIAWAN/KLIKBONTANG)

KLIKSANGATTA.COM - Ibu dengan usia kehamilan 7 bulan, yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun, di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, kemarin dikuburkan satu lubang bersama calon bayinya, di Pemakaman Muslim, Kilometer 4, Desa Suka Rahmat, Kutai Timur, Jumat (11/8/2017) pagi.

Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat dan keluarga korban. Perkuburan muslim di jalan poros Bontang-Samarinda, kilometer 4 tampak padat. Seluruh pelayat larut dalam pemakaman Syarifah dan calon bayinya. Dalam pemakaman ini, turut hadir sang Suami, Bayu, yang masih luka berat akibat kecelakaan yang menimpanya kemarin.

“Itu ada suaminya datang, tapi habis pemakaman langsung kembali ke RSUD Taman Husada, karena masih dalam perawatan ada bagian bahu dan kaki patah,” kata Kakak almarhumah Syarifah, Parakkasi di sela-sela pemakaman.

Parakkasi mengatakan, telah mengikhlaskan kepergian mendiang adiknya. Selama hidupnya, Syarifah dikenal sebagai ibu rumah tangga yang taat dan ulet membantu suaminya, menggarap ladang milik orang lain. Kondisi ekonomi keluarga Syarifah memang minim. Namun, tak pernah sekalipun mengeluh atas kondisi yang dialami mereka.

“Selama ini adik saya dan suaminya tinggal di rumah orangtua saya. Sehari-hari hanya ibu rumah tangga, dan suaminya petani yang pinjam lahan orang,” katanya.

Menurut dia, seluruh pengobatan adik iparnya saat ini masih ditanggung oleh pihak keluarga. Pihak perusahaan pemilik kendaraan truk yang menabrak, keluarganya belum memberikan tanggungan biaya perobatan.

“Belum ada Pak, masih keluarga yang biayai pengobatanya,” ujar Parakkasi.

Lebih lanjut, keluarga korban meminta agar pihak kepolisian segera meringkus sopir truk yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Dia berharap, nantinya sang pengemudi mobil truk dapat menemui keluarga untuk memohon maaf atas perbuatannya.

Pun demikian, dia menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada petugas yang berwajib. Pihaknya hanya menunggu kabar lanjutan dari kepolisian Kota Bontang. 

Sementara itu, sang suami terlihat masih dalam kondisi terpukul. Bersandar di pundak keluarganya, Bayu hanya mampu meratap kepergian ibu bagi dua anaknya. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan     Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0