18 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mahyunadi Berang, Pengacara KPC Lontarkan Kata Kotor dalam Rapat


Mahyunadi Berang, Pengacara KPC Lontarkan Kata Kotor dalam Rapat
Rapat Dengar Pendapat atau hearing perselisihan lahan antara kelompok tani di Desa Swarga Bara dengan PT KPC oleh DPRD Kutim, Selasa (15/7/2017). (KLIKSANGATTA/SUKRI)

KLIKSANGATTA.COM - Hearing pembahasan sengketa lahan seluas 221 hektar antara Kelompok Tani (Poktan) Lestari, Desa Swarga Bara,  Kecamatan Sangatta Utara  dengan PT Kaltim Prima Coal ( KPC) berlangsung tegang di Ruang Rapat Panel, Gedung DPRD Kutim, Selasa siang, 15 Januari 2017.

Puncaknya ketika Ketua DPRD Kutim, Mahyunadi, memukul meja hingga kaca pelapis meja pecah. Bagaimana tidak, hearing yang dihadiri sejumlah anggota DPRD, instansi pemerintahan terkait dan manajemen KPC diwarnai kata-kata “kotor”.

Perkataan tidak pantas itu dilontarkan oleh Ujang Supendi selaku pengacara KPC yang menangani sengketa lahan KPC dengan masyarakat pada kasus ini.

Dari pantauan Kliksangatta.com, ketegangan bermula saat kelompok tani menunjukkan surat kepemilikan lahan kepada seluruh peserta hearing atau rapat dengan pendapat itu.

Ternyata, Ujang juga memperlihatkan bahwa dirinya juga memegang surat itu. Namun petaka hadir ketika sambil dirinya menunjukkan surat tersebut, kata-kata “kotor” terlontar dari mulutnya.

“Surat yang dibuat dari kantor desa ini tai l***,” tuturnya.

Ucapan itu tak hanya sekali, bahkan Ujang mengucapkannya sampai dua kali. Sontak saja Mahyunadi yang memimpin hearing merasa tersinggung dengan perkataan tersebut.

"Siapa yang kau bilangi tai l***! Ini jaga bicara. Ini ruang rapat," serunya.

Ia pun sontak memukul meja dan meninggalkan ruangan. Sekira 5 menit, Mahyunadi kembali memasuki ruang rapat.

Hearing yang berlangsung sekitar satu jam lebih itu pun berakhir dengan keputusan oleh Mahyunadi. Ia mengintruksikan agar dewan segera membentuk Panitia Kerja (Panja).

"Pak Herlang, segera bentuk Panja untuk masalah ini, dalam satu dua hari ini saya akan menandatangi rekomendasinya," katanya.

Menurutnya, pembentukan panja DPRD bukan karena persoalan pribadi atau perkataan Ujang di hearing tersebut melainkan mengkroscek kebenaran data dan keterangan dalam hearing tersebut.

"Saya bentuk Panja ini bukan karena saya marah dengan Ujang, kami tetap profesional. Panja ini tujuannya untuk mengetahui secara detail. Makanya nanti kita turun kelapangan untuk mengecek secara langsung," ujarnya. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0