22 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Menakar Perpres No 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter


Menakar Perpres No 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter
Dr.Muslimin, M.Si , Akedemisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sangatta.

Oleh : Dr.Muslimin, M.Si
Akedemisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sangatta.

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

Hal ini sesuai dengan UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pada pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perkataan, perasaan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran dan tindakan untuk melaksanakan nilai nilai tersebut.

Perpres No.87 tahun 2017, Menjawab Pro Kontra Masyarakat.

Dikutif dari laman animulyanablogspot.com. Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. 

Dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045, pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. 

Presiden joko widodo sudah menandatangani peraturan presiden No.87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter(PPK), "jadi baru saja, saya tanda tangani mengenai perpres penguatan pendidikan karakter didampingi oleh para Kyai dan pimpinan Ormas. Dan saya sangat berbahagia sekali bahwa semuanya memberikan dukungan penuh terhadap perpres penguatan pendidikan karakter ini" kata presiden Jokowi di dampingi para pimpinan Ormas, di istana merdeka jakarta, rabu (6.9.2017).

Perpres No.87 tahun 2017, sebagai pengganti Permendikbud yang sempat ditolak oleh banyak kalangan termasuk NU karena mengatur waktu sekolah 5 hari dalam seminggu atau 8 jam dalam sehari. Kebijakan ini dianggap bisa mematikan sekolah madrasah diniyah yang jam belajarnya di mulai siang hari. "PBNU mendukung dan mengapresiasi terbitnya perpres No.87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter" kata Said Aqil  Siradj.

Mendikbud Muhajir effendi mengatakan, dengan Perpres No.87 tahun 2017 tentang pendidikan karakter ini, sekolah bisa memilih apakah menerapkan 5 hari sekolah atau 6 hari sekolah, ketentuan ini diatur dalam pasal 9, jadi sifatnya operasional,kata sang menteri.

Tujuan penguatan pendidikan karakter berdasarkan Perpres ini ; a.) Membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045 dengan jiwa pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan yang akan datang. b). Mengembangkan flatform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter yang sebagai jiwa utama penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik. c). Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, lebaga kependidikan, peserta didik, masyarakat dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

Dimensi pendidikan karakter :

1. Olah hati ( etik) memiliki keharmonisan yang mendalam, beriman dan bertaqwa
2. Olah pikir (literasi) memiliki keunggulan akademis, sebagai hasil pembelajaran dan pembelaharan sepanjang hayat
3. Olah rasa (estetika), individu yang memiliki integritas, moral, rasa, berkesenian, dan berkebudayaan
4. Olah raga (kinestetik), individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara.

Jadi teranglah bagi kita bahwa pendidikan karakter menjadi hal yang penting dan mendesak untuk di terapkan saat ini, sebagai jawaban untuk mempersiapkan generasi emas, generasi yang unggul baik secara akademis dengan penguasaan iptek, dan memiliki akhlak yang mulia. 

Pro kontra yang sempat mewarnai kebijakan awal, menjadi dinamika dalam proses pencerdasan anak bangsa, dan saatnya bersatu padu mengeimplementasikan penguatan pendidikan karakter demi generasi yang unggul.

Dan generasi inilah yang menjadi dambaan dan impian pendiri bangsa ini..

Reporter :     Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0