18 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran


Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran

Oleh: Dr. Muslimin, M.Si*

BERBAGAI macam persoalan bangsa saat ini, salah satunya adalah menurunya nilai nilai moral, nilai etika bahkan nilai spritual, baik yang sudah selesai menjalani pendidikan formal maupun yang sementara menjalani pendidikan formal (peserta didik).

 Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal mempunyai suatu muatan beban yang cukup berat dalam melaksanakan misi yang berkaitan dengan nilai nilai kemanusiaan seperti pikiran,perasaan, kesehatan, kemauan,sosial dan bahkan  keimanan atau kepercayaan.

Pendidikan yang sangat di butuhkan saat ini pendidikan yang dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh dimensi anak ( kognitif,fisik,sosial, emosi,kreativitas dan spritual). Model pendidikan seperti ini beroreantasi pada pembentukan anak sebagai manusia yang utuh. Kualitas anak didik menjadi unggul tidak hanya dalam aspek kognitif, namun juga dalam aspek karakternya.

Tujuan Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak yang mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang dan sesuai dengan standar kompetensi kelulusan.

Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada peserta didik di dalam menjalani masa masa belajarnya. Moh. Surya(1997) berpendapat tentang peranan guru di sekolah :

1. Sebagai pekerja sosial(social worker),yaitu guru harus membetikan pelayanan kepada masyarakat,

2. Pelajar dan ilmuwanm yaitu seseorang yang senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya

3. Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah

4. Model keteladanan, artinya guru sebagai model prilaku yang harus di contoh oleh peserta didik,

Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan  yang di maksud adalah bagaimana pendidikan karakter itu di rencanakan, dilaksanakan, dan di kendalikan atau di evaluasi dalam kegiatan kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain penanaman nilai nilai positif dalam diri siswa, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan kompenen yang terkait lainnya.

 Implementasi pendidikan karakter di sekolah

Peserta didik merupakan generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari. Karakter peserta didik yang terbentuk sejak dini sangat menentukan karakter bangsa ini di kemudian hari. Karakter peserta didik akan baik manakala di bentuk dengan baik pula dalam proses belajarnya,yaitu dimana mereka mendapatkan ruang yang cukup untuk mengekspresiasikan diri secara leluasa.

Implementasi merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efesien sehingga memiliki nilai. Penerapan pendidikan karakter setidaknya dapat di tempuh melalui beberapa alternatif strategi secara terpadu (Novan Ardi Wiyani,2012:78) yaitu :

1. Mengintegrasikan seluruh mata pelajaran yaitu pengembangan nilai nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran,

2. Menerapkan keteladanan yaitu pembiasaan keteledanan dalam bentuk prilaku sehari hari dgn tindakan tindakan yang baik, misalnya disiplin,kebersihan,kerapian,kasih sayang, kesopanan,jujur dan kerja keras.

3. Pembiasaan rutin, yaitu pembinaan rutin dengan kegiatan sehari hari, misalnya upacara bendera, berdoa bersama,senam,dan bersih bersih lingkungan.

Pendidikan karakter merupakan upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru kepada siswanya untuk mengajarkan nilai nilai kepada siswanya. Dan individu yang berkarakter baik adalah individu yang berusaha melakukan hal hal yang terbaik terhadap Tuhan, dirinya, sesamanya, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia secara umum dengan mengoptimalkan potensinya. (*)

*Penulis merupakan akademisi di STIE Nusantara Sangatta.

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0