19 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Berau Lestarikan Mangrove dengan Skema Pengelolaan Berbasis Masyarakat


Berau Lestarikan Mangrove dengan Skema Pengelolaan Berbasis Masyarakat
Mangrove di Kabupaten Berau

KLIKSANGATTA.COM - Kabupaten Berau menjadi Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki skema pengelolaan ekosistem mangrove lestari berbasis masyarakat, setelah pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Nomor 4 tahun 2017 tentang Kebijakan, Strategi, Program, dan Indikator Kinerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional atau Stranas Mangrove.

Skema yang melibatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan ini dirumuskan dari workshop yang digelar selama 3 hari sejak Selasa, 10 Oktober 2017 sampai, Kamis, 12 Oktober 2017, di Hotel Palmy, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sejak hari pertama, workshop yang digelar atas kerjasama Pemkab Berau, Pemerintah Kampung, KPHP Berau Barat, TFCA, TNC, Forclime, dan seluruh LSM lokal yang bergerak di wilayah pesisir Berau, mengupas berbagai peluang, tantangan dan strategi pengelolaan mangrove di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat tapak atau kampung.

Hasilnya, disepakati strategi pengelolaan berbasis kawasan yang menjadi dasar dalam mengelola ekosistem mangrove secara lestari berbasis masyarakat. Strategi tersebut memberikan pilihan yang dapat menjadi jalan keluar dari sekian banyak tantangan pengelolaan ekosistem hutan mangrove di Berau.

Dari strategi dengan pendekatan status dan fungsi kawasan itu, dirumuskan model pengelolaan berbasis kampung yang memuat informasi tentang status kawasan, legalitas, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan kondisi pemungkin sebagai prasyarat terwujudnya skema pengelolaan.  

Hasil rumusan tersebut melahirkan skema pengelolaan yang menjadi rekomendasi dan panduan seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola ekosistem mangrove secara lestari dan berbasis masyarakat di seluruh kampung pesisir mangrove Kabupaten Berau.

Sejumlah skema pengelolaan ekosistem mangrove yang menjadi rekomendasi, diantaranya, restorasi ekosistem mangrove di Kabupaten Berau, pengembangan ekowisata mangrove terpadu berdasarkan keunggulan komparatif kampung, perlidungan koridor satwa endemik, dan penguatan produk olahan mangrove dan perikanan ramah lingkungan.

Selain itu, workshop juga merekomedasikan skema pengembangan model budidaya perikanan berkelanjutan dengan intervensi teknologi tepat guna, serta pengarusutamaan nilai penting ekosistem mangrove bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Sesuai dengan arahan Bupati Berau, Muharram S.Pd. MM, yang menjadi keynote speaker workshop,  skema pengelolaan ekosistem hutan mangrove Kabupaten Berau ini, akan memastikan kelestarian hutan mangrove sebagai penyangga kehidupan, sekaligus menjamin sumber pengembangan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Berau. (*) 

Reporter : Abdul Wahid    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0