17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Masih ada Siswa Beralaskan Lantai Kelas di Kaltim


Masih ada Siswa Beralaskan Lantai Kelas di Kaltim
Kondisi siswa yang tengah belajar di ruang kelas 2 SDN 002 Waru, Penajam Paser Utara (Foto: Fadli)

KLIKSANGATTA.COM - Peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas belajar di Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata belum sepenuhnya merata. Faktanya, masih ada sekolah yang kekurangan fasilitas belajar hingga tahun 2017.

Misal, di Penajam Paser Utara. Puluhan siswa SD Negeri 002 Waru di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terpaksa belajar di lantai.

Sekolah itu kekurangan bangku dan mebeler. Siswa pun hampir tiga tahun terakhir belajar di lantai dingin alias lesehan.

Kepala SD 002, Waru Poniyah menyatakan, para pelajar, khususnya pada murid kelas dua, ada yang membawa tikar untuk alas duduk dari rumah masing-masing.

"Beberapa siswa ada yang membawa ambal (tikar) dari rumah untuk alas duduk,”ujarnya kepada KLIKPENAJAM.COM (Klik Grup).

Meski mengaku prihatin akan hal tersebut, Poniyah pun tak dapat berbuat banyak. Ia juga telah mengadukan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, untuk meminta bantuan pengadaan bangku dan mebeler sekolah. Namun hingga saat belum mendapatkan titik terang.

“Kami sudah mengusulkan, tetapi karena terkendala defisit belum bisa terealisasi. Dan sementara jawaban Disdik masih ada sekolah lain jauh yang lebih membutuhkan mebeler dibanding kami,”tambahnya.

Poniyah juga mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan meminjam ke beberapa sekolah lain di Waru dan Petung. Akan tetapi sekolah-sekolah tersebut pun mengalami keterbatasan bangku untuk para siswa.

"Namun tadi ada dari dinas sudah datang kemari, mungkin dalam waktu dekat akan diupayakan bangku-bangku untuk siswa kami,” lanjutnya.

Tidak adanya bangku belajar untuk para siswa, kata Poniyah, terjadi sejak awal sekolah beroperasi pada 2015 lalu. Selama itu pula dirinya terus mendorong agar pengadaan bangku belajar ini bisa terealisasi.

“Khusus satu kelas itu memang belum ada sama sekali mendapat mebeler. Selama ini kita hanya mengakali saja dengan mendaur ulang kursi kayu. Dari 13 rombongan belajar hanya tiga yang lengkap mebelernya,”pungkasnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0