17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pelas Tanah Jadi Ruang Kreasi Adat Beragam Budaya


Pelas Tanah Jadi Ruang Kreasi Adat Beragam Budaya
Tampilan Tari Lari Angi Mutambe Malulo, dari HKST saat Tapil pada Festival Budaya Nusantara, di Taman Bersemi, Sangatta Utara, Kamis, 26 Oktober 2017. (Foto: Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Pesta Adat Pelas Tanah II dan Pesona Kutai Timur (Kutim) 2017 yang merangkul seluruh etnis mendapat sambutan baik dari berbagai tokoh etnis dan paguyuban.

Tidak terkecuali Ketua Umum Himpunan Keluarga Sulawesi Tenggara (HKST) Kabupaten Kutim, Muchktar Pasande.

"Kita bersyukur dengan adanya Pesta Adat ini, karena dengan acara ini kita bisa menampilkan kesenenian daerah etnis dari sulawesi tenggara. Ini adalah kesempatan baik, menurut kami ini sangat bagus sekali," ujar Muhtar, Jum'at, 27 Oktober 2017.

Dalam Pesta Adat Pelas Tanah II dan Pesona Kutim 2017, etnis asal Sulawesi Tenggara menampilkan berbagai kesenian dan tradisi daerah salah satunya adalah tarian khas etnis Kolaka yaitu "Tarian Lari Angi Mutambe Malulo". Tarian ini tampil pada pelaksaan festival budaya nusantara di Taman Bersemi, Sangatta Utara, Kamis (26/10) kemarin. 

"Lari Angi Mutambe Malulo ini merupakan tarian penyambutan kepada tamu kehormatan. Kalau di sini, kita tampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin, masyarakat dan seluruh paguyuban serta etnis yang ada Kutai Timur terutama kepada Kepala Lembaga Adat Besar Kutai," kata Muchtar.

Dikatakan Muchtar, HKST Kutik merupakan wadah perhimpunan yang membawai empat kabupaten terdapat di Sulawesi Tenggara yakni Kolaka, Muna, Buton dan Kendari. Keempat etnis ini sudah menyebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Kutim.

"Jumlah warganya kurang lebih 1.500, ini bersarkan data dari 8 kecematan," tutur Muchtar. 

Kepada pemerintah, Muchtar bergarap agar keberadaan HKST yang sekretariatnya beralamat di Jalan Bukit Batu Bara, Gang Liknik, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara ini mendapat dukungan penuh, baik secara matril maupun non matril. 

"Semga kedepan kita bisa menampilkan kesenian dan kebudayaan kita lebih banyak lagi, kita butuh persiapan terutama dalam segi pakaian yang masih minim untuk para penar-penari," pungkas Muchtar. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0