20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mari Jalani Mimpi


Mari Jalani Mimpi

oleh Muhammad Zulfadlil Azhim*

TULISAN ini bukan mengurai tentang kisah perjalanan karier Ariel dalam belantara musik Indonesia. Pun tidak dengan kisah jatuh bangun asmaranya, apalagi tentang kasus yang menyelimutinya beberapa tahun silam. Ini tentang selera anak muda, selera penulis yang begitu dekat dengan Ariel. Dengan sebelas-dua belasnya perbandingan suara kami, menyebabkan penulis ingin mengurai sebiji lagu karya mereka, Noah. Terlampau pedenya saya, hingga Ariel pun tak tahu-menahu apa yang saya kisahkan di dalam tulisan ini.

Ariel tak lain dan tak bukan merupakan pesohor ternama republik ini. Dia dikenal karena karyanya, bukan dengan sensasi yang ditunjukkan seperti pesohor lainnya, setengah artis kita lahir dari sensasi belaka, mereka miskin karya. Saat Peterpan -band lama Ariel- digoyang karena sejumlah kasus, hingga puncaknya video Ariel tersebar di jagat maya. Ia ditangkap, sempat beberapa tahun hilang dari dunia musik. Ia kembali, dan ia sama seperti kemarin, berkharisma. Sisi inilah yang tak hilang darinya. Bagiku, karirnya habis, sudah selesai. Ternyata tidak, ini puncak dalam karirnya.

Ariel mampu menjawab kritikan banyak orang, satu kesalahan perlahan hilang melalui karya. Sekali lagi, karya. Ia menjawabnya, muncul kembali dengan status baru, vokalis Noah. Noah hanya nama baru, harapan baru, tetap diisi dengan personil lawas. Lupakan kesuraman semalam, saatnya membuka lembar baru. Sekarang, mari kita urai lagu terbarunya yang berjudul “Jalani Mimpi”.  

Jalani Mimpi sungguh mengena dengan kidz zaman now, terutama anak muda masa kini -generasi millenial. Liriknya begitu relevan, kalau kita serap, cocok sekali diaktualisasikan. Liriknya begini;

Ingatlah Di Kala Engkau Sanggup Melihat Matahari Hangatnya Masih Terbawa Untuk Melangkah Hari Ini

Hapuskan Segala Keraguanmu, Masa Lalu Takkan Melemahkanmu Lupakan Gelisahmu. Teruslah Kau Mencari Waktu akan Selalu Mengobati Temukan Semua Yang Terhenti Dalam Hidupmu Tak Perlu Kau Sesali, Hidup Kan Membuatmu Memahami, Coba Untuk Tetap Berdiri Jalani Mimpi

Ingatlah Di Kala Engkau Ingin Terbawa Kata Hati Melangkah Di Jalan Terang, Selalu Sadari Yang Kau Miliki

Bait pertama mengajarkan bahwa hari-hari harus dilalui dengan semangat, apalagi anak muda punya semangat yang tinggi. Sungguh tinggi. Hangatnya pagi dijalani bersamaan dengan hati, jiwa, dan perasaan yang beriringan. Dengan matahari yang mencerahkan seluruh makhluk di bumi, pun demikian dengan manusia, wabil khusus untuk kaum muda. Dibanding seringnya kita buat masalah, minimal kita berguna, lingkungan keluargalah paling terdekat. Filosofi matahari yang cerah itu wajib anak muda tiru, memberikan cahaya manfaat bagi orang banyak. 

Sumpah Pemuda merefleksikan kita kaum muda, sudah bergunakah kita hari ini? Bait kedua dengan seloroh menjawabnya. Perbuatan yang akan kita lakukan tak perlu ragu. Keraguan hanya merusak fokus kalian, berbuatlah. Siapa yang larang? Pramoedya berujar ,”keberanian itu sama seperti otot manusia. Kalau tidak dilatih, dia akan menjadi lemah.” Begitulah anak muda, merekalah sang pemberani. Sudah beranikah kita berbuat? masa lalu takkan melemahkanmu, lupakan gelisahmu (sambil nyanyi).

Reff lagu ini menghasilkan keputusannya, bahwa manusia lahir dengan segala ketidaktahuan, membawanya kepada proses pencarian. Dengan segala keunikan kita manusia, bahwa hidup harus dijalani, dengan segala lika-likunya. Soekarno muda teruji dengan semangat belajarnya, terbukti dengan kharismatiknya dalam berpidato. Kartini dengan syair tulisannya, melahirkan Habis Gelap Terbitlah Terang. Juga pada anak muda sekarang, teruslah belajar, mulailah berkarya. Mimpi, ya dengan mimpi yang kita tumbuh tanamkan, harus dipupuk setiap menit. Jalanilah setiap mimpi kita.

Jangan pernah takut dengan namanya kegagalan. Realitanya, dari gagal kita jadi bisa. Jangan pernah menyesal, kata Ariel “hidup kan membuatmu memahami, coba untuk tetap berdiri jalani mimpi”.   

Hari ini milik kita, sumpah pemuda disokong dengan semangat persatuan. Kita satu jangan mau terberai. Solidaritas anak muda terus dijaga, terlebih Pemuda Kutai Timur. Tantangan zaman kedepan semakin padat, siapa yang berani jawab? Kedepan negara milik kalian. Kalau tak memulainya dari sekarang, kapan mau dilaksanakan?

“Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kia bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.”

-Soe Hok Gie-

 

*Penulis adalah pegiat pendidikan dan budaya asal Sangkulirang

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0