14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Satgas Pangan Bergerak, Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Disasar


Satgas Pangan Bergerak, Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Disasar
Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disprindag Kutim, Achmad Dony Erviady bersama tim Satgas Pangan saat melakukan Didak bahan bangan di salahsatu tempat pelaku usaha, Kamis, 28 Desember 2017) (foto : Ist)

KLIKSANGATTA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah tempat pembuatan dan penjualan makanan di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, Kamis, 28 Desember 2017.

Giat operasi ini digelar dengan bekerjasama instansi yang tergabung dalam Satgas Pangan sebagai langkah intensifikasi pengawasan menjelang tahun baru 2018. Satgas ini dimotori oleh lintas instansi seperti Disperindag, Polres, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan.

"Kami sidak pangan yang mengandung borax dan formalin," kata Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disprindag Kutim, Achmad Dony Evriady.

Dari sidak tersebut, ada empat item yang menjadi sasaran pengecekan yakni tempe, tahu, kerupuk dan ikan. Satgas pangan pun menyisir sejumlah lokasi yang menjadi pusat pembuatan dan penjualan keempat bahan makanan tersebut termasuk pedagang ikan yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Sangatta Utara.

"Kami sudah melakukan sampling dan pengujian dan Alhamdulillah semua aman tidak ada yang ditemukan mengunakan borax dan formalin," tutur Dony.

Sebelumya, Satgas juga telah memberikan peringatan keras dan sanksi administrasi kepada pelaku usaha yang terbukti menggunakan bahan berbahaya dalam berdagang. 

Kelaikan edar pangan serta efektivitas sanksi bisa dikatakan manjur dan membuat para pelaku usaha semakin mengerti dan paham dengan kode etik berdagang. Hal ini dibuktikan dengan tren pelanggaran pangan di Kutim yang menunjukkan penurunan.

"Kalau memang ada (menggunakan bahan berbahaya) akan diproses secara hukum dengan ancaman pasal pangan," jelas Dony. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0