20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Barisan Muda KKSS Kutim Tak Akui Keberadaan FKW-Sulsel


Barisan Muda KKSS Kutim Tak Akui Keberadaan FKW-Sulsel
Jajaran kader Barisan Muda Perduli KKSS Kutim.

KLIKSANGATTA.COM - Barisan Muda Perduli (BMP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kutai Timur (Kutim) menggelar konferensi pers terkait dengan keberadaan dan deklarasi Forum Komunikasi Warga Sulawesi Selatan (FKW-S2), Jumat, 19 Januari 2018.

Koordinator BMP KKSS, A. Dede didampingi Juru Bicaranya, Alim Bahri dalam konferensi itu menegaskan kegiatan deklarasi FKW-S2 yang digelar di Hotel Victoria pada Rabu (17/1) lalu tidak sesuai mekanisme organisasi.

BPD KKSS tidak pernah membentuk dan tidak merekomendasikan organisasi FKW-S2 baik secara lembaga otonom maupun badan otonom sebagai mana yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KKSS, ia mengatakan.

"Deklarasi tersebut tidak pernah dikonsultasikan dan dikomunikasikan kepada pihak BPD KKSS sebagai organisasi kerukunanan keluarga Sulawesi Selatan yang resmi dan diakui baik secara nasional maupun kedaerahan," ujar dia kepada Kliksangatta.com.

"Untuk itu kami barisan muda keluarga Sulawesi Selatan sangat prihatin adanya situasi di tubuh kerukunan kami yang kami cintai ini," tambahnya.

"Sehingga kami setelah berfikir dan meminta saran serta arahan tokoh-tokoh KKSS, maka kami mengambil sikap secara resmi," tambah Dede.

Adapun penyataan sikap yang disampaikan A. Dede yakni yang pertama menyatakan secara tegas bahwa organisasi KKSS merupakan satu-satunya lembaga atau wadah warga keturunan keluarga Sulawesi Selatan yang resmi di Kutim dan merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat kekeluargaan dan sturukturalnya jelas dari tingkat nasional hingga daerah.

Yang kedua, menyatakan keberatan dan tidak menyetujui serta tidak mengakui adanya pembentukan dan deklarasi FKW-S2 di Kutim. Kemudian meminta dan mendesak BPD KKSS Kutim untuk mengevaluasi serta memberikan sanksi organisasi kepada individu-individu atau perorang yang terlibat sebagai penggagas, pengurus serta pendukung FKW-S2 sebagaimana diatur dalam AD/ART serta peraturan organisasi KKSS.

Selanjutnya, pembentukan FKW-S2 yang didasari  rasa kekecewaan, ketidaksenangan serta ketidaksukaan pada seseorang tidak bisa kami anggap sebagai niatan yang bail dalam pembentukan organisasi. Sikap tersebut kami anggap sebagai bentuk ketidakdewasaan dalam menyikapi permasalahan yang ada yang pada saatnya hanya akan merugikan rasa kekeluargaan, rasa kerukunan di keluarga besar KKSS.

Dan yang terakhir, mengimbau agar warga KKSS Kutim tetap tenang dan berfikir secara jernih dalam menyikapi persoalan yang ada serta menyerahkan kepada BPD KKSS Kutim untuk segera mengambil langkah-langkah yang terbaik demi penyelamatan serta perbaikan hubungan di antara sesama warga KKSS dalam rangka menjaga suasana damai dan kondusif di Kutim.

"Perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kutai Timur khususnya warga KKSS dan pihak-pihak yang terkait di dalam permasalahan ini," tutur A. Dede. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0