24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gugatan Kebijakan Dana Transfer Pusat Terus Mengalir


Gugatan Kebijakan Dana Transfer Pusat Terus Mengalir
Sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan di Kutim mendukung langkah Gerakan 20 (G20) Mei untuk menggugat kebijakan pemerintah pusat di MK. (Foto: Imran)

KLIKSANGATTA.COM - Ketua Pemuda Kutai Timur (Pekutim) Alim Bahri mendukung langkah Ketua G20 Mei Irwan, S.IP, MP mengajukan uji materiil Kitab Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Mahkamah Konstitusi.

Pasalnya, penerapan pasal 5 pada UU Nomor 15 Tahun 2017 tentang APBN 2018 itu dinilai tidak adil bagi daerah. Pemerintah Kutim ditengarai kembali mengalami defisit keuangan.

"Apa yang dilakukan saudara Irwan itu adalah hal yang luar biasa dan dibutuhkan seperti atau semangat baik dari dia maupun masyarakat Kutai Timur pada umumnya," ujarnya, Selasa, 23 Januari 2018

Menurut dia, Indonesia adalah negara hukum yang telah dibuktikan dengan keberadaan aturan dan regulasi, implementasi aturan dan regulasi itu sendiri seharusnya berdampak baik dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terlebih saat ini, Kutai Timur sebagai kabupaten baru yang banyak membutuhkan anggaran untuk menunjang pembangunan dan pembenahan infrastruktur.

"Yang digugat oleh teman-teman itu kan terkait dengan regulasi. Karena selama ini kita anggap pemerintah pusat melakukan pemotongan anggaran melalui regulasi. Kutai Timur membutuhkan keadilan anggaran dan transparansi," kata Alim.

Pada pekan lalu, Ketua G20 Mei Irwan, S.IP, MP mengajukan uji materi UU APBN ke Mahkamah Konstitusi. Uji meteri atas undang undang tersebut telah diterima dan rencanya sidang perdana akan dilaksanakan minggu ini di Mahkamah Konstitusi.

"Mari kita doakan semoga teman-teman di MK membuahkan hasil yang baik untuk masyarakat Kutai Timur. Kami bersama pengurus Perkutim, Forbes, Barisan Pemuda dan Karang Taruna Kutai Timur mendukung penuh dan siap membantu apabila dibutuhkan," tutur Alim. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0