16 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Luka 130 Peluru Sebabkan Infeksi Mematikan Kaluhara II


Luka 130 Peluru Sebabkan Infeksi Mematikan Kaluhara II
Orangutan yang sempat mendapatkan perawatan. (COP)

KLIKSANGATTA.COM - Infeksi akibat luka lama dan baru diduga menjadi penyebab kematian orangutan, Kaluhara II yang ditemukan pertama kali oleh warga, seperti merintih kesakitan, di sebuah danau kecil area hutan TNK, Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Temuan itu langsung dilaporkan ke petugas Balai TNK, Sabtu (3/2/2018).

Hasil ini didapat usai tim dokter mengautopsi selama lima jam lebih berakhir pukul 03.00 Wita, Rabu (7/2/2018) dini hari di Ruang Jenazah Rumah Sakit Pupuk Kaltim. “Penyebab kemantian sementara diperkirakan karena adanya infeksi luka lama dan baru,” ungkap Ramadani Manager Perlindungan Habitat Centre For Orangutan Protection (COP).

Luka itu timbul dari 130 butir peluru yang bersarang di tubuh orangutan yang diperkirakan umurnya sekira 5-7 tahun ini. Yaitu, terdapat di tangan kanan 9 peluru, tangan kiri 14 peluru, kaki kanan 10, kaki kiri 6, sedangkan dada 17 peluru serta ada peluru dimata sehingga membuatnya . “Paling banyak di kepala 74 peluru,” ungkap Ramadhani.

Lanjut dia, di tubuh hewan bernama latin Pongo Pygmaeus Morio ini ditemukan juga lubang diameter 5 milimeter di pipi kiri, gigi taring bawah sebelah kiri patah, luka terbuka yang masih baru di 19 titik tubuhnya diperkirakan karena benda tajam, testis kanan terdapat syatan dan bernanah, lebam daerah paha kiri, dada kanan dan tangan kiri karena benda tumpul. “Serta dalam usus terdapat 3 biji buah sawit dan buah nanas,” jelasnya.

Saat dibawa, kondisi kesehatan orangutan itu tidak dalam kondisi baik. Kondisinya sampai Senin (5/2/2018) sore kemarin, tidak bagus. Lalu, Selasa (6/2/2018) sekira pukul 01.55 Wita dini hari menghembuskan nafasnya terakhir.

COP bergerak cepat mencari lokasi yang memadai untuk melakukan rontgen dan juga keperluan autopsi. Hingga akhirnya mendapat tempat di RS Pupuk Kalimantan Timur di Bontang.

"Tapi dari hasil rontgen kami, meski belum dihitung total, sementara ada lebih 100 peluru senapan angin. Sekitar 74 butir diantaranya, ada di kepala," ujar Ramadhani.

Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Polres Bontang. Sebab, sudah banyak kasus pembunuhan orangutan dengan cara menembaknya menggunakan senapan angin dan menebas kepala.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Bareskrim Polri, karena yang di Kalteng tempo hari, terungkap dengan kerja sama Bareskrim. Kita tunggu kepolisian Bontang, mengungkap kasus ini," sebut Ramadhani.

Malam ini, tim gabungan dari identifikasi Polres Bontang, dokter hewan dari Dinas Peternakan Kota Bontang dan juga dokter hewan COP, akan menyelesaikan proses autopsi di RS PKT.

"Lidah orangutan jantan ini juga bengkak. Ini sama sadisnya dengan kejadian di Kalteng, menggunakan peluru senapan angin. Kita akan tunggu hasil tim yang bekerja," katanya. (*)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0