19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bangun Pabrik Sawit Terbanyak, KEK Maloy Urgen Dioperasikan


Bangun Pabrik Sawit Terbanyak, KEK Maloy Urgen Dioperasikan
Ilustrasi pabrik pengolahan buah sawit. (Dok)

KLIKSANGATTA.COM - Kalimantan Timur memiliki 78 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang tersebar di beberapa kabupaten. Pabrik-pabrik tersebut telah beroperasi dengan kapasitas secara keseluruhan 4.355 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Jumlah dan kapasitas produksi PKS itu disebutkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada pertemuan dengan Dewan Nasional KEK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Selasa (27/2/2018).

"Sebanyak 78 pabrik itu tersebar di seluruh kabupaten di Kaltim, utamanya terdapat di sentra perkebunan kepala sawit," kata Awang.

Dia menyebutkan terdapat 16 pabrik di Kabupaten Paser dan enam pabrik di Penajam Paser Utara (PPU). Terbanyak di Kutai Timur (Kutim) ada 28 pabrik, Kutai Kartanegara 15 pabrik, Kutai Barat lima pabrik dan Berau terdapat delapan pabrik. Ke depan, ada rencana penambahan 20 pabrik dengan kapasitas produksi 885 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam. Pembangunan pabrik itu tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, PPU dan Berau.

Menurut Awang, dari segi ekonomi dan luasan lahan produktif maka perkebunan kelapa sawit sudah layak mempunyai pabrik. Dimana sesuai aturan setiap perkebunan yang memiliki lahan produktif minimal 6.000 ha sudah harus membangun pabrik.

"Saat ini masih banyak perkebunan sawit yang belum memiliki pabrik sendiri dan lebih memilih mengirim hasil panennya ke perusahaan lain yang sudah memiliki pabrik, sehingga biaya produksi menjadi lebih tinggi," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, di Kaltim terdapat 358 perusahaan sawit memegang 329 Izin Usaha Perkebunan (IUP) dengan luasan mencapai 2,58 juta hektare. Sedangkan pemegang izin Hak Guna Usaha (HGU) sebanyak 184 perusahaan dengan luas lahan 1,14 juta hektare. Sementara perkebunan kemitraan yang sudah terbangun mencapai 182.170 hektare.

Perkebunan itu dikelola secara mandiri di lahan milik warga serta kebun kemitraan masyarakat dengan perusahaan besar swasta (PBS) maupun negara (PBN).

Karenanya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari subsektor perkebunan, maka Disbun Kaltim menggalakkan kegiatan kemandirian warga serta sistem plasma melalui kemitraan dengan perusahaan kelapa sawit.

"Pengembangan kebun plasma diharapkan mewujudkan percepatan kesejahteraan rakyat. Selain itu kita berharap agar pabrik sawit yang jumlahnya menjadi  91 pabrik," sebutnya.

Dalam waktu dekat ada penambahan 13 pabrik dengan kapasitas produksi 510 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam. "Itulah kenapa kami sangat berupaya mewujudkan KEK MBTK di Kutai Timur sebagai outlet komoditi sawit. Sebab kawasan itu akan menjadi pusat hilirisasi kelapa sawit sekaligus pemicu pertumbuhan ekonomi daerah bahkan nasional," tegas Awang Faroek. (*)

Reporter : Ramadhani    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0