20 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Suara Dentuman Keras Hebohkan Kota Bontang, Berasal dari Pabrik


Suara Dentuman Keras Hebohkan Kota Bontang, Berasal dari Pabrik

KLIKSANGATTA.COM – Warga Kota Bontang, khususnya di wilayah Kecamatan Bontang Utara, dikagetkan suara dentuman keras sekira pukul 12.30 WITA, Senin 5 Maret 2018.

Arah suara diduga kuat berasal dari kawasan pabrik PT Pupuk Kaltim (PKT) Bontang yang berada di wilayah utara Kota Bontang.

Dentuman keras ini terdengar oleh warga hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Rahmat misalnya, warga jalan Husni Thamrin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Baru mengaku terkejut dengan suara seperti ledakan.

Dirinya bersama keluarga segera keluar rumah untuk mencari sumber suara. Informasi yg diterima suara ledakan diduga berasal dari pabrik Pupuk Kaltim.

“Dari pabrik PKT sumber nya pak,” kata Rahmat saat ditemui di dekat rumahnya.

Suara dentuman ini pun ramai diperbincangkam warga net. Pantauan Klikbontang di media sosial Facebook terdapat sedikitnya 35 perbincangan soal ini.

Akun dengan nama VE mengomentari status Arum Akina Fayi yang membahas soal dentuman keras.

“Jendelaku juga ikut bergoyang de.. aku kira ada yg goyangin.. kaget aku,” ucap akun VE membalas status Arum Akina Fayi.

Begitupun denga status dari akun Via Elvianti membahas soal suara keras dari pabrik perusahaan. Akun Via menuliskan “Bunyi apa itu keras sekali seperti bom nuklit jatuh...Ada apa ini dengan pabrik PKT...!!!”. Status Via dikomentar sebanyak 25 komentar.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Humas PKT Bontang Wahyudi membenarkan adanya suara dentuman keras dari Pabrik Kaltim 2 Pupuk Kaltim.

Dia mengatakan, terjadi unschedule shutdown di pabrik tersebut. Bukan insiden ledakan pabrik. Hal ini pun biasa terjadi terjadi di pabrik.

“Poping ke atas makanya suaranya seperti ledakan. Tapi aman saja,” kata Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan.

Pun demikian, dari laporan yang diterima tidak ada korban atas kejadian ini. Dia memastikan situasi telah aman terkendali. (*)

Reporter : Ikhwal Setiawan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0