20 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Huru-hara Anggota Senat Unmul Akibat Kebijakan Sang Rektor


Huru-hara Anggota Senat Unmul Akibat Kebijakan Sang Rektor
Universitas Mulawarman Samarinda.

KLIKSANGATTA.COM - Perang bintang Guru Besar Universitas Mulawarman (Unmul) menjalar ke anggota Senat lain. Beberapa waktu lalu, mantan Dewan Pertimbangan Senat Unmul, Prof. Adam Idris melayangkan protes lisan kepada Rektor Unmul, Prof Masjaya. Adam Idris menyebut Masjaya tak paham mekanisme.

Kali ini, media ini menelusuri anggota Senat dari Fakultas Ekonomi Unmul. Di kediamannya, Jalan Pramuka, Gang Gemini, Samarinda, anggota Senat yang juga mantan Rektor Unmul, Zamruddin Hasid sebelum era Masjaya itu membeberkan kepemimpinan Masjaya yang dianggapnya diktator.

Betapa tidak, guru besar yang masih memiliki pengetahuan untuk mengabdi, perlahan aspirasinya tidak lagi bisa dituangkan karena secarik kertas untuk mendapatkan akretasi Universitas.

Namun, nyatanya di tingkat Program Studi belum ada akreditasi.

"Unmul sudah terlalu parah saat ini," ujar Zamruddin mengenakan songkok saat ditemui KlikSamarinda, Jumat 9 Maret 2018.

Sebagai mana sebelumnya, setiap Guru Besar tidak mesti anggota Senat. Anggota Senat telah mendapat gelar profesor dalam bidang kompetensi ilmu pengetahuannya serta telah mengabdi di Fakultas masing-masing.

Namun era Masjaya kini anggota Senat hanya perwakilan saja tanpa menyerap Anggota Senat yang lain. Bahkan wali dosen sudah bisa mengubah kebijakan strategis.

Zamruddin melihat keganjilan cara Masjaya mulai tahun 2014 dan pada akhirnya terbuka tujuan pada saat ini yakni, menyulitkan lawan-lawannya dalam pemilihan Rektor yang akan berlangsung pertengahan tahun 2018 ini.

"Mestinya, kan Anggota Senat semua. Kami yang sudah lama ini digeser sana-sini. Jangan begitu, lah," imbuhnya.

Terpisah, dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rektor Unmul, Masjaya menerangkan tudingan kepadanya terkait menabrak mekanisme yang dimaksudnya guru besar Fisip serta Ekonomi dan Bisnis tidak benar.

Menurutnya, statuta atau anggaran dasar organisasi kampus mengikuti peraturan Menteri. Pun begitu, dirinya mengklaim seluruh staf hadir dalam sosialisasi draft dan telah diundang.

"Tidak benar saya menyalahgunakan wewenang saya. Semua sudah sesuai prosedur dan mekanisme," kilah Masjaya. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0