18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ismunandar: Pembangunan Daerah Menghadapi Kebijakan Hutang


Ismunandar: Pembangunan Daerah Menghadapi Kebijakan Hutang
Bupati Kutim Ismunandar ketika memaparkan capaian pembangunan selama dua tahun kepemimpinannya di GSG Bukit Pelangi, Rabu (14/3/2018).

KLIKSANGATTA.COM – Kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan dana transfer daerah menjadi momok bagi Pemkab Kutai Timur dalam rencana pembangunan daerah pada tahun dua tahun belakangan.

Dalam paparan data ekspose 2 tahun kepemimpinan Bupati-Wabup Kutim, Ismunandar dan Kasmidi Bulang, disebutkan pemerintah pusat inkonsisten setelah menerapkan PP Nomor 137 Tahun 2015. Akibatnya, APBD 2016 Kutim yang dirancang Rp 3,4 triliun terealisasi sekitar Rp 1,6 triliun saja setelah ada Perpres Nomor  66 Tahun 2016.

“Ibarat uang Rp 100 ribu yang disiapkan untuk belanja tapi kenyataannya hanya dapat Rp 60 ribu. Sehingga tahun 2016 kami hadapi dengan kebijakan hutang,” ujar Ismunandar, Rabu 14 Maret 2018.

Terkait rincian hutang, Pemkab Kutim telah menyalurkan kewajiban pihak ketiga sekira Rp 485 miliar di tahun 2016 hingga 2017. Sementara pada 2018 masih menyisakan Rp 287 miliar berserta kewajiban lain yaitu pembebasan lahan yang mencapai angka Rp 155 miliar. Ismunandar meyakini kewajiban itu bisa dipenuhi pada tahun 2018.

Pada agenda itu, Ismu-KB juga memaparkan laporan program Desa Mandiri Terpadu, pertanian dan perkebunan serta pelayanan publik lainnya. Tahun 2017 lalu, Pemkab Kutim telah membangun jenis pemukaan jalan kabupaten sepanjang 1.105,76 km di antaranya jalan aspal 247,15 km, beton 74,40 km, kerikil 520,30 km dan tanah sepanjang 263, 91 km. “Kami juga telah membangun infrastruktur jembatan sebanyak 45 unit," ungkapnya.

Ismunandar mengakui jika hasil pencapaian yang dipaparkan hari itu sebagai  sudut pandang pemerintah saja sehingga membuka diri atas masukan dari publik. Ekspos itu juga dihadiri sejumlah jajaran OPD, LSM, mahasiswa dan tokoh masyarakat ahli profesi dan undangan lainnya. (*)

Reporter : Sulaeman    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0