21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Menara Telkomsel Teror Warga Dusun Tehnik Sangatta Selatan


Menara Telkomsel Teror Warga Dusun Tehnik Sangatta Selatan
Tampak pondasi dan struktur menara yang mulai pecah di Dusun Tehnik Desa Sangatta Selatan. (Foto: Sukriadi)

KLIKSANGATTA.COM- Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Cabang Kutai Timur berniat menelusuri ijin pendirian salahsatu menara telekomunikasi atau BTS di sekitar pemukiman Dusun Tehnik, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim.

Pasalnya, aktivis GAKI Kutim Muhammad Dalil mengatakan menara yang konon milik PT Telkomsel itu dalam kondisi mengkhawatirkan dan membuat warga setempat was-was.

"Saya akan pertanyakan ke pihak terkait mengenai ijin pendirian menara Telkomsel itu, juga ijin lingkungan karena jarak dari rumah warga serta sekolahan SMP Negeri 1 Sangsel sangat dekat. Posisinya pas berada di tengah antara sekolah dan rumah warga," ucap Dalil yang juga warga Sangatta Selatan itu, Rabu 21 Maret 2018.

Ia menjelaskan, menara itu didirikan sekitar tahun 2006. Selain mengkhawatirkan warga setempat, siswa maupun guru di SMP Negeri 1 Sangsel juga merasa takut dengan kondisi tower yang tampak akan roboh tersebut.

“Karena melihat pondasi di bawah menara sudah mulai amblas, longsor apalagi musim ini selalu hujan ditambah angin kencang. Semakin etakutan kita warga yang tinggal di sekitar bangunan menara,” ujar pria yang menjabat Ketua Komite SMP Negeri 1 Sangsel itu.

Dalam pantauannya, perusahaan telekomunikasi itu belum juga melakukan perbaikan atau langkah serius lainnya. Bahkan, muncul pemikiran di masyarakat yang berdampak pada rusaknya barang-barang elektronik akibat percikan api yang kerap ditimbulkan.

“Kejadiannya terjadi dua hari yang lalu, ketika hujan lebat disertai petir. Hingga masyarakat meminta menara tidak diaktifkan jika pihak Telkomsel belum melakukan perbaikan. Terus terang kerusakan harta benda selama ini kami anggap hal biasa karena faktor alam,ternyata semua terjadi akibat kondisi menara yang sudah tidak aman karena kabel ground sudah terkupas," katanya. (*) 

Reporter : Sukriadi    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0