23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bupati Klaim Kutim Mulai Lepas dari Ketergantungan Pertambangan


Bupati Klaim Kutim Mulai Lepas dari Ketergantungan Pertambangan
Ismunandar membacakan LKPJ Bupati Kutim Tahun 2017 dalam Sidang Paripurna DPRD Kutim. (Foto: Sukriadi)

KLIKSANGATTA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah melakukan penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah tahun anggaran 2017, Kamis 22 Maret 2018. Bupati Ismunandar mengklaim, Kutim mengalami perkembangan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur di Kutim pada 2017 mengalami banyak peningkatan. Artinya, bisa dilihat bahwa banyak pengaspalan jalan di beberapa tempat, dan beberapa pembangunan lain," ujar orang nomor satu di Kutim itu usai Sidang Paripurna DPRD Kutim di depan hadapan legislator lainnya.

Dalam pantauan media ini, masih banyak jalan di Sangatta yang belum disemenisasi. Begitu juga di beberapa jalan di beberapa kecamatan selain Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Seperti di Bengalon, Rantau Pulung, Muara Wahau, hingga Muara Ancalong dan Muara Bengkal, masih banyak yang belum diberi pengerasan berupa aspal atau semen. Jalan tersebut banyak dilalui oleh kendaraan besar perusahaan perkebunan dan pertambangan.

Bupati yang karib disapa Ismu itu mengatakan, secara signifikan memang harus dimulai dari pembangunan yang besar. Tahun ini juga ditarget bisa lebih baik.

Sedangkan dari angka kemiskinan, dia juga mengatakan Kutim telah mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. "Kami saat ini masih mencari apa indikator kemiskinan utama di Kutim, supaya dicarikan jalan keluar. Kami akan bantu kepada masyarakat yang terlihat dari rumahnya tampak kumuh, bakal ditawarkan untuk diberi tanda supaya nanti mudah diberikan bantuan,"jelasnya.

Adapun perekonomian Kutim, disebut Ismu, sudah mulai perlahan meninggalkan sektor pertambangan. Pemkab bakal menargetkan lebih ke komoditas pertanian, yaitu agribisnis dan agroindustri. "Kami sudah melakukan banyak kerja sama dengan stakeholder di pertanian. Target tahun ini, penambahan hingga 3.500 hektare tanaman jagung se-Kutim supaya mandiri pangan," pungkasnya. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0