17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Hilangnya Naluri Keibuan Ibu Zaman Now


Hilangnya Naluri Keibuan Ibu Zaman Now

Oleh Lifa Umami*

 

/images/img_galeri/65LIFA UMAMI OPINI.jpgMEDIA massa kini dijejali dengan berita kekerasan pada anak-anak. Tragisnya, pelaku kekerasan begitu dekat dengan mereka seperti orangtua maupun kerabat lainnya. Di Desa Karobelah, Jombang, tiga anak bersama ibunya ditemukan tewas di rumahnya, Senin 15 Januari 2018. Diduga mereka menenggak racun serangga yang diperintah sang ibu dan akhirnya bunuh diri.

Di Pekanbaru, Kepulauan Riau, ibu tiri berinisial DS menjadi tersangka penganiayaan anak tirinya hingga kaki kiri korban memar. Tengkuk belakangnya dipukul tangkai sapu, tangan kanan terdapat gigitan hingga ada bekas cakaran di leher.

Yang menghebohkan juga terjadi di Bandung, Jawa Barat. Video porno dengan pelakon satu perempuan dewasa dan tiga anak laki-laki usia 7-11 tahun tersebar. Parahnya, ibu dari anak-anak itu terlibat dalam pembuatan video itu.

Berita-berita seperti ini yang setiap kali menghiasi media. Baik itu media cetak, elektronik, maupun media online.  Bagi kami seorang ibu,  tentu berita seperti ini membuat kami miris, sedih,  merinding dan bahkan membuat kami takut. Berharap semoga kami bisa dijauhkan dari perbuatan terkutuk semacam itu.

Bagaimana tidak, seorang ibu seharusnya menjadi pelindung dan pengayom bagi anak-anaknya. Tapi  di zaman sekarang, banyak sekali perlakuan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang ibu kepada anak-anaknya.

Seorang ibu tak lagi memiliki kasih sayang yang tak berujung kepada anak-anaknya.  Ibarat pepatah lama "Kasih ibu sepanjang jalan,  kasih anak sepanjang galah" rupanya pepatah seperti ini sudah tidak berlaku lagi bagi sebagian ibu zaman now.

Ibu adalah tumpuan kasih sayang anak-anaknya.  Tempat mereka mencurahkan Isi hatinya, keluh kesahnya, susah senangnya dan segala kegalauan hati anak-anaknya. Fitrah seorang ibu adalah memiliki kasih sayang seluas samudera kepada anak-anaknya, dekapan hangat kasih sayang yang tiada terkira yang menjadikan anak-anaknya selalu nyaman berada disisinya.

Betapa tidak, seorang ibu memiliki amanah untuk mengandung, menyusui,  dan merawat anak-anaknya yang hal itu seharusnya menjadikan mereka memiliki ikatan batin dengan anak-anak mereka. Ikatan batin inilah yang menjadikan ibu lebih dekat dengan anak-anaknya jika dibanding dengan ayahnya. Dan yang seharusnya menumbuhkan kasih sayang tak terkira kepada mereka.

Tetapi saat ini, dimana kehidupan semakin keras. Perekonomian yang sulit, pergaulan yang semakin jauh dari aturan islam, pendidikan yang tidak membentuk kepribadian islam, politik yang carut marut, juga banyaknya permasalahan yang terjadi di negeri tercinta ini, menjadikan para ibu harus memikul beban amanah yang luar biasa berat. Apalagi ditambah dengan serangan ide-ide kufur yang jauh dari islam. Seperti sekulerisme, liberalisme, hedonisme dan yang lainnya, menjadikan para ibu kehilangan fitrah keibuannya. Hingga tak lagi memperhitungkan halal haram dalam setiap perkataan dan perbuatannya

Hanya karena kesal dan emosi karena anaknya rewel, ibu tega menganiaya anaknya.  Hanya karena materi, ibu tega menjual anaknya untuk memuaskan para pedofil atau peredator seks ,  hanya karena tidak yakin bisa memberi makan anak-anaknya,  seorang ibu tega membunuh buah hatinya. Akibat dari  tidak fahamnya mereka tentang konsep rizki. Bahwa rizki itu sudah dijamin oleh Allah dan  Allahlah yang akan mencukupi segala kebutuhan anak-anaknya.

Halaman selanjutnya>>>



Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0