18 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mau Beli Burung, Nursin Tewas Terhempas Bom Bunuh Diri Surabaya


Mau Beli Burung, Nursin Tewas Terhempas Bom Bunuh Diri Surabaya
Foto almarhum Nursin yang turut menjadi korban tewas dalam aksi teror bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno pada Minggu (13/5/2018). (Ist)

KLIKSANGATTA.COM- Ibu Jayati tak menyangka jika peristiwa bom gereja di tiga tempat di Surabaya, menjadi bagian akhir dari hidup suaminya.

Ya, salah satu korban tewas di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno, adalah Nursin (56), suaminya.

Warga Tropodo, Sidoarjo, ini terakhir kali bertemu suaminya Minggu, 13/5/2018 pagi. Saat itu suaminya pamit membeli burung di Surabaya. Namun hingga malam hari, dirinya tak kunjung melihat suaminya pulang.

"Dia pamit ke istrinya mau beli burung di Surabaya. Ternyata hari itu tidak pulang-pulang," kata seorang kerabat yang enggan disebut namanya, dikutip dari detikcom, Selasa, 15/5/2018.

Keluarganya sempat bingung mencari karena tak kunjung pulang. Keluarga pun sepakat melapor ke polisi. "Karena tidak pulang-pulang, akhirnya keluarga sepakat lapor ke polisi dan mencari ke rumah sakit-rumah sakit," tandasnya.

Ia menjelaskan, kebingungan keluarga akhirnya terjawab saat petugas RS Bhayangkara menghubungi istrinya pukul 16.30 WIB.

"Ternyata suaminya jadi korban bom di Jalan Arjuno. Keluarga syok dan kaget. Akhirnya menuju ke RS," tambahnya.

Nursin menjadi salah satu jenazah yang ditemukan di tengah jalan tertindih sepeda motor.

Tubuhnya ditemukan hangus di tengah jalan, tepat di depan Gereja Pantekosta Pusat. Diperkirakan saat kejadian, Nursin sedang melintas.

Evakuasi jenazah Nursin juga baru dilakukan Minggu sore. Lantaran petugas masih melakukan olah TKP.

Sementara pihak RS meminta anak korban untuk dilakukan tes DNA memastikan identitas korban benar-benar sesuai KTP dan Kartu Keluarga.

"Anaknya sudah dites DNA dan hasilnya cocok," jelasnya.

Kini, jenazah pria yang memiliki satu anak itu telah diserahkan ke keluarga, Senin (14/5) malam dan dimakamkan di pemakaman setempat.

Reporter : Ayub Fardani    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0