20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Aksi Solidaritas dari Sangatta, Pastor Teddy: Kita Tidak Takut!


Aksi Solidaritas dari Sangatta, Pastor Teddy: Kita Tidak Takut!
Ratusan warga lintas agama dan lintas komunitas menggelar aksi solidaritas di depan Gereja St Theresia, Sangatta, Senin 14 Mei 2018. (ISt)

KLIKSANGATTA.COM – Masyarakat yang terdiri dari beragam elemen organisasi, komunitas maupun lintas agama Kutai Timur berkumpul dalam aksi solidaritas di pelataran Gereja St Theresia, Sangatta, Senin 14 Mei 2018.

Gerakan itu merupakan simpati sekaligus pernyataan sikap bersama mengecam aksi teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Mulai dari menyalakan ratusan lilin sebagai tanda berkabung, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga pembacaan ikrar persatuan serta solidaritas persatuan dilangsungkan pada acara yang dimulai sekira pukul 20.00 wita itu.

Diinisiasi oleh Komunitas Orang Muda Katholik (Komka) Kutim dan pemuda Katolik, aksi solidaritas itu begitu haru karena tampak ratusan masyarakat lintas agama maupun latar belakang berbeda memadati halaman gereja yang berada di Desa Swarga Bara tersebut.

Menurut Pastor Paroki Gereja Katholik St. Theresia, Teddy MSF, selain penyelenggara hadir Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Hindu, organisasi kemahasiswaan seperti PMII, dan pemuda maupun umat lintas agama lain. Lalu hadir pula perwakilan Kodim 0909 Sangatta dan Polres Kutim.

Pastor Teddy mengatakan, aksi malam tadi merupakan ungkapan solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan para korban bom. “Mereka tidak bersalah, tetapi harus meninggal dengan cara yang diluar batas nalar kemanusiaan. Bahkan sampai ada anak-anak yang sangat tidak tahu apa-apa juga menjadi korban,” ujarnya Selasa, 15 Mei 2018.

Kedua, lanjut dia, sebagai dukungan kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya pihak kepolisian dan TNI, untuk bersama menentang segala bentuk terorisme. “Kita tidak takut terhadap berbagai ancaman dan teror,” tegasnya.

Keprihatinan dan doa yang disampaikan menurut keyakinan masing-masing pada gerakan semalam kemudian dilanjutkan dengan menyalakan lilin secara bersama. Dengan harapan, terbangunnya kesadaran bersama bahwa kekerasan dan teror itu menghancurkan kehidupan bersama.

“Selanjutnya dari kesadaran itu diharapkan dapat tumbuh kepedulian bersama untuk berupaya dengan serius menciptakan damai secara nyata dalam kehidupan kita.“

“Agama apapun yang kita anut selalu mempunyai dasar yang kuat untuk mengupayakan kedamaian, dan bukan kekerasan yang menimbulkan korban,” kata Pastor Teddy. (*)

Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0