18 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Suriati Nilai Pemkab Masih Abaikan Keberadaan Tenaga Kerja Lokal


Suriati Nilai Pemkab Masih Abaikan Keberadaan Tenaga Kerja Lokal
Anggota DPRD Kutim Suriati. (Dok. KLIK)

KLIKSANGATTA.COM - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Suriati menyoroti program pelatihan kerja oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Kutim.

Pasalnya, BLK yang seharusnya berperan untuk meningkatkan keterampilan kerja bagi tenaga kerja lokal itu dinilai belum berjalan dengan maksimal.

"Kan ada BLK tapi kenapa tidak difungsikan. Akibatnya ya banyak tenaga kerja lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri," ujar dia belum lama ini.

Padahal, lanjut Suriati, perusahan yang beroperasi di salahsatu wilayah tertentu sejatinya harus mampu meningkatkan perekonomian warga setempat dengan menyerap dan memberdayakan tenaga kerja lokal.

"Tapi kalau perusahaan mendatangkan pekerja luar dengan alasan skill (keahlian) itu membuat ekonomi masyarakat lokal tidak akan berkembang," katanya.

Dikatakan, di Kutim terdapat lebih dari tiga ratus perusahaan yang beroperasi dan bergerak di berbagai bidang. Khusus di Kecamatan Bengalon sendiri berjumlah sekitar 58 perusahaan, ia menambahkan.

"Hanya saja perusahan itu mencari pekerja dari luar yang memang siap pakai. Di sinilah peran semua pihak sangat kita diharapkan, terutama pemerintah daerah," tuturnya.

Dia menegaskan, dengan maksimalnya program pelatihan kerja oleh BLK Disnakertrans Kutim bukan saja membantu untuk menanggulangi minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaan tapi juga dapat menciptakan kemandirian.

"Mereka bisa buka usaha bengkel dan lain sebagainya," pungkasnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0