17 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Antusiasme Warga dalam Lomba Sampah Jadi Berkah ala KNPI Kutim


Antusiasme Warga dalam Lomba Sampah Jadi Berkah ala KNPI Kutim
Tampak tumpukan sampah yang telah dikumpulkan warga di tempat pengumpulan sampah lomba yang digelar KNPI Kutim. (Ardan/kliksangatta)

KLIKSANGATTA.COM – Warga terlihat sangat antusias mengikuti lomba mengumpulkan sampah yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu 8 Juli 2018.

Kegiatan yang bertema “Sampah jadi Berkah” tersebut mengajak warga  untuk mengumpulkan  sampah  bekas  sebanyak-banyaknya, yang kemudian akan  dipilih para pemenang yang dinilai dari jumlah sampah terbanyak dan terberat.

Tidak hanya memperlombakan sampah yang dikumpulkan masyarakat, sampah yang dikumpulkan warga juga  dihargai dan dibayar sesuai berat masing-masing sampah yang dibawa.

Salah seorang panitia dari Seksi Perlombaan, Firmansyah menuturkan, dalam lomba sendiri dibagi menjadi dua katagori yaitu kelompok RT (Rukun Tetangga) dan Individu atau perorangan.

“Kita ada dua kategori lomba yaitu untuk kelompok per RT dan individu,sampah yang dikumpulkan seperti kertas dan karton saja, yang  bisa didaur ulang,” terang Firman

Dikatakan, kegiatan  dibuka dari jam 10 .00 pagi tadi, dan sudah hampir 3 ton jumlah sampah yang dikumpulkan warga  di titik pengumpulan sampah yang berada di Jalan Kabo Raya, Desa Swarga Bara , Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim.

“ Kita targetkan sebanyak banyaknya, apalagi  kita liat antusias warga yang datang membawa sampah cukup banyak,” terangnya.

Lomba mengumpulkan sampah ini  hanya digelar satu hari dan ditutup pada pukul 15.00 wita, adapun pemenang  sendiri akan diumumkan saat acara launcing relawan lingkungan hidup pada tanggal 11 Juli 2018 di Gedung serba Guna (GSG) Bukit Pelangi.

Sementara itu Ketua KNPI Kutim Munir Perdana menjelaskan event Sampah Jadi Berkah ini merupakan  kegiatan  kongkrit KNPI Kutim dalam membuka pola pikir masyarakat  bagaimana sampah yang selama  dianggap sepelah atau sering menjadi masalah ternyata memiliki  nilai jual .

“Kami bekerja sama dengan tiga  bank sampah di kabupaten, dimana sampah sudah dikumpulkan lalu ditambang kan jadi duit ,yang tentunya akan menjadi berkah bagi warga sendiri,” terang Munir.

Diharapkan ke depan masyarakat akan lebih mengerti  dalam memproses sampah yang ada di lingkungan masing masing, serta dapat lebih menciptakan lingkungan yang  bersih.

“Melihat antusias masyarakat ,kedepan kita akan lakukan even  yang sama namun lebih informatif,” tutupnya. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0