17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

PERNYATAAN PUBLIK HAMRAN


DALAM pernyataan publik yang dilayangkan, Rabu (18/7/2018), HAMRAN, S.Kel, menyatakan dirinya merupakan mantan terpidana yang diputus oleh Pengadilan Negeri Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada tahun 2014 silam.

Dalam Petikan Putusan PN Sangatta Nomor 05/Pid.S/2014/PN.Sgt itu, ia dinilai telah melanggar Pasal 309 UU RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum anggota DPR, DPD dan DPRD Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHAP dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHP dengan pidana penjara selama satu bulan.

Pernyataan publik yang disampaikan ini merupakan langkah yang dinilai perlu dilakukan dalam tahapan maju sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Di mana dirinya berniat maju sebagai salahsatu caleg di Kabupaten Kutim.

Pada keputusan pengadian itu, dirinya dinilai melakukan tindak pidana membujuk melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara peserta pemilu menjadi berkurang.

Pernyataan publik yang dibuatnya juga menyatakan dirinya bukan merupakan pelaku kejahatan berulang dan telah selesai menjalani vonis pengadilan.

Identitas diri:

Nama                    : HAMRAN, S.Kel

Umur/ TTD          : 41 tahun/ 02 Februari 1977

Tempat tinggal     : Jalan Mulawarman Gg. Melati RT 32, Nomor 25 Kelurahan Singa Geweh, Kec. Sangatta Selatan

Agama                : Islam

Pekerjaan           : Wiraswasta

Pendidikan         : Strata Satu

Reporter :     Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0