17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kutim Rawan Penyelundupan Barang Ilegal


Kutim Rawan Penyelundupan Barang Ilegal
Ribuan bungkus rokok yang disita (KPP Bea Cukai) Sangatta karena terbukti masuk secara ilegal di Kutim ketika akan dimusnahkan. (Sukriadi)

KLIKSANGATTA.COM - Kantor Wilayah Bea Cukai Kaltim menyoroti rawanya penyisipan distribusi barang ilegal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, hampir di setiap sisinya berbatasan langsung dengan daerah lain.

Faktanya, barang ilegal sitaan sepanjang 2017 berupa rokok ilegal 442.940 batang senilai Rp 230 juta, disita dan dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPP Bea Cukai) Sangatta, pada Kamis, 26 Juli 2018 lalu.

Hasil olahan tembakau itu, merupakan barang dengan segel cukai palsu atau tak resmi maupun bekas. Produsen rokok berkualitas tiruan dijual di pedagang kelas tengkulak, semisal warung sembako.

"Kutim menjadi sorotan karena wilayahnya yang paling mudah dimasuki dari arah mana saja. Akan ada banyak dampak eksternalitas bila tak diatasi," ujar Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kaltim Agus Sudarmadi, saat konfrensi pers di Sangatta, belum lama ini.

Terlebih, lanjut dia, bila berupa produk makanan dan minuman ilegal. Bila tidak ada uji kesehatan bakal banyak yang dirugikan. Kanwil Bea Cukai Kaltim yang juga membawahi Kaltara saat ini lebih banyak bergerak di Nunukan dan Tarakan.

"Ada banyak kerawanan distribusi barang ilegal disana. Beberapa pedagang gelap yang telah tertangkap," katanya.

Ia menambahkan, para pedagang yang mencoba mendistribusikan barangnya ilegal melalui Kaltara dengan karung per karung. Mereka berasal dari lintas negara, seperti Malaysia dan Filipina.

"Kutim mirip seperti Nunukan dan Tarakan, orang bisa masuk lewat jalur darat maupun laut sehingga harus dijaga. Bila peredaran barang ilegal di Kutim kurang dikawal ketat akan mengarah ke perdagangan internasional, namun secara gelap," tuturnya.

Kepada parat dan pemerintah, ia mengimabau agar lebih konsen dalam menangana. Peredaran barang ilegal bisa membuat banyak kebocoran pendapatan, bagi daerah maupun negara.

"Sejauh ini, kami telah melibatkan TNI dan Polri untuk menanganinya. Semoga di Kutim bisa lebih baik kerjasama itu," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengimbau seluruh instansi lintas sektoral untuk bekerja sama mengawal peredaran barang ilegal. Terlebih Kutim sebentar lagi memiliki pelabuhan nasional yakni Pelabuhan Kenyamukan Sangatta yang akan melayani pendistribusian barang melalui jalur tol laut nasional.

"Mungkin sementara yang ditemukan terbanyak baru berupa hasil tembakau berbentuk rokok produk tiruan. Bisa saja ada barang lainnya. Jadi, semua instansi lintas sektoral harus bekerja sama mengawal hal tersebut," ucap Kasmidi.

Disebutkan, sejumlah wilayah di Kutim yang mudah dimasuki antara lain, Kecamatan Sandaran lewat perairan yang berbatasan dengan Selat Makassar, Muara Wahau di perbatasan Berau, Teluk Pandan berbatasan dengan Bontang dan Kukar, juga daerah lainnya yang berbatasan dengan Kukar. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0