26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Takut Hewan Qurban Berpenyakit, Lakukan 2 Cara Ini


Takut Hewan Qurban Berpenyakit, Lakukan 2 Cara Ini
Ilustrasi hewan qurban. (Ist)

KLIKSANGATTA.COM – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak jelang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah mendatang.

Hewan yang bakal dipasarkan maupun didistribusikan sebagai hewan qurban itu patut dipastikan kesehatannya sebelum diqurbankan dan akhirnya dikonsumsi masyarakat penerima daging qurban.

“Utamanya menghindari penyakit Anthrax, Jembrana atau penyakit lain yang terdapat di tubuh hewan qurban. Kami juga mengintensifkan pemeriksaan khususnya hewan qurban yang dipasok dari luar Kutim seperti pulau Jawa dan Sulawesi,” ujar Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kutim, Mardi Suaibman, Selasa 14 Agustus 2018.

Tim dokter dari Distanak Kutim dilibatkan dalam pemeriksaan baik fisik hewan hingga deteksi penyakit. Mardi menyebutkan, pemeriksaan ini sangat penting agar masyarakat maupun konsumen merasa aman jelang Hari Raya Idul Adha.

“Kalau ada yang ditemukan tidak sehat, bahkan sakit sehingga tak layak konsumsi maka akan dipisahkan untuk langkah observasi. Kami menyiapkan label bagi hewan yang layak dikonsumsi,” jelasnya.

Hasil sementara pemeriksaan, Distanak Kutim belum menemukan adanya hewan qurban yang tidak layak dijual alias telah lolos pemeriksaan kesehatan di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

2 Cara Mudah Kenali Kesehatan Hewan Qurban

Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kutim, Mardi Suaibman, menjelaskan dua cara mengenali kondisi kesehatan hewan ternak.

Pertama, pemeriksaan fisik hewan yang dilihat dari hidungnya. Jika hidung hewan ternak berlendir, terdapat kemungkinan tengah menderita flu hingga terserang virus. Bulu yang kusut hingga rontok juga menandakan sapi tidak dalam keadaan sehat

“Yang kedua melihat hati hewan qurban setelah disembelih. Apakah ada cacingnya atau tidak, kalau ada bisa saja sedang terjangkit penyakit,” tambahnya.

Ia pun menganjurkan agar pedagang pro-aktif bersama Distanak Kutim jika membutuhkan pemeriksaan hewan qurban yang dijualnya tanpa dipungut biaya. “Layanan ini juga berlaku bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli tapi belum diperiksa kesehatannya,” kata Mardi. (*)

Reporter : Andi Marta    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0